Minggu, 30 Agustus 2015

Cerpen "Cerita Pendek"


Akan Sukses

Terdapat seorang anak yang bernama Ririn. Ririn berasal dari keluarga yang tidak mampu. Pada waktu dia berusia 8 tahun, Ririn duduk dibangku SD tepatnya kelas tiga. Ririn orangnya pendiam dan banyak orang yang tidak menyukai dia, sehingga dia tidak memiliki banyak teman. Sahabat terbaik Ririn adalah Nini. Nini orangnya sangat baik dan selalu mendukung Ririn, sebab Ririn bercita-cita sebagai designer. Ririn adalah orang yang pintar, dia selalu ranking 1 dari kelas satu.

Guru-guru selalu bangga kepada Ririn, akan tetapi dia tidak memiliki banyak teman sebab teman-temannya iri karena dia selalu rangking satu dan  juga iri bahwa Ririn selalu menjadi anak kesayangan guru-guru. Teman-temannya selalu mengejek “eh ada Ririn, Ririn yang bau” sampai ada temannya yang membuat yel-yel ini “B… A… U… Bau…” Walaupun Ririn sangat malu, akan tetapi Ririn selalu sabar dan menghindar dari teman-temannya yang suka mengejek dia. Bahkan Ririn tidak pernah mengeluarkan kata-kata kotor ke teman-temannya.

Pada hari Kamis, guru kesenian yang bernama ibu Sunny menyuruh membawa contoh gambar bebas untuk diambil nilainya. Ririn bingung dan berkata “Bagaimana caranya print contoh gambar ya? Akukan tidak mempunyai laptop dan printer. Aku pun tidak tega meminta uang kepada Ayahku untuk ke warnet sebab aku tahu bahwa saat ini kondisinya tidak menentu. Dirumah dia berpikir besok akan menggambar apa. Setelah berpikir keras akhirnya dia memiliki ide.

Keesokan harinya, teman-temannya semua membawa contoh gambar, tetapi hanya Ririn saja yang tidak membawa contoh gambar. Nini sahabatnya Ririn ingin memberikan contoh gambar untuk Ririn, tetapi Ririn menolak dan senyum kepada Nini yang ingin memberi contoh gambar. Ririn mulai menggambar sesuai gambaran yang terdapat dipikirannya, dia menggambar sebuah baju yang sangat indah dan digantungkan disebuah gantungan baju. Ibu Sunny melihat gambar yang digambar oleh Ririn. Ibu Sunny memberikan nilai yang cukup baik ke Ririn, sehingga Ririn senang dan bangga akan nilai yang diberikan oleh Ibu Sunny.

Setelah dia lulus dari bangku SD, dia masuk ke bangku SMP. Ririn dan Nini bertemu kembali sebab mereka berdua satu sekolah dan karena Ririn pintar, Ririn mendapatkan beasiswa di sekolah tersebut. Setelah duduk dibangku SMP, Ririn semakin suka sekali menggambar tepatnya men-design baju. Pada waktu istirahat, Ririn tidak memikirkan apa-apa, dia hanya men-desian baju. Sebab jika dia menggambar pada saat pelajaran, dia akan ketinggalan pelajaran, sehingga Ririn memilih pada waktu jam istirahat. Nini sekarang kurang dekat dengan Ririn, mereka tetap berteman, tetapi tidak sedekat dulu waktu SD.

Setelah itu, Ririn duduk dibangku kelas 2 SMP. Ririn mulai tidak konsentrasi untuk belajar, dia hanya sibuk men-desian sehingga nilai-nilai Ririn menurun. Hal ini diketahui oleh orangtuanya sehingga Ririn tidak diperbolehkan lagi untuk men-design. Setelah dia berhenti untuk men-desian, nilai-nilainya pun naik kembali. Orangtua Ririn pun sangat bangga, karena Ririn sudah sangat berusaha keras untuk memperbaiki nilainya.

Di kelas 2 SMP, Ririn mempunyai guru kesenian baru yang bernama mina. Bu Mina adalah guru baru di sekolahannya. Pada suatu hari, Bu Mina menyuruh anak-anak untuk membawa contoh gambar bebas. Ririn pun merasa senang sebab akhirnya dia dapat menggambar sebuah baju lagi. Ririn mulai menggambar baju yang ada terdapat dipikiran dia. Setelah selesai, bu Mina menilai hasilnya, dan lagi-lagi dialah yang mendapat nilai terbaik. Gambar Ririn pun akhirnya dipajang, banyak murid-murid disekolahnya melihat gambar Ririn yang sangat indah itu.

Pada akhir semester, ada seorang laki-laki yang menyukai Ririn. Nama laki-laki tersebut adalah Tomi, Tomi adalah kakak kelas Ririn yang juga berprestasi. Tomi menyukai Ririn sebab Ririn orangnya sabar, pendiam, cantik, pintar, dan juga pintar men-desain baju. Akan tetapi Ririn tidak menyadari jika Tomi menyukai dia, dia hanya menganggap Tomi sebagai teman saja. Tomi pun sadar bahwa Ririn hanya menganggap sebagai teman, akhirnya Tomi pun juga menganggap Ririn sebagai teman saja.

Ririn sekarang duduk dibangku kelas 3 SMP. Ririn sekarang sudah memiliki banyak teman. Ririn sangat berusaha keras supaya dia lulus dan mendapat nilai yang terbaik. Ririn sebenarnya tidak ingin berhenti untun men-design, akan tetapi orangtuanya melarang sehingga dia berhenti men-design. Waktu pun berlalu, tak terasa bahwa sebentar lagi Ririn akan menghadapi berbagai ujian. Dengan usaha, akhirnya Ririn lulus dan mendapat nilai yang terbaik, dia melanjutkan sekolahnya.

Waktu demi waktu sudah berlalu, tak terasa Ririn sudah berumur 16 tahun. Karena sudah lulus SMP dan nilainya baik dia mulai meng-asah kemampuannya untuk men-desain baju, karena sudah lama sekali dia tidak men-desain. Setiap hari dia menghasilkan 2 desain yang cukup indah untuk dilihat. Ririn iseng-iseng mencoba mengirimkan desainnya kepada pembuat baju. Ternyata pembuat tersebut tertarik dan Ririn bekerja sama dengan pembuat baju tersebut. Orangtua Ririn sangat bangga kepadanya karena dia masih muda sudah dapat menjadi Designer. Ririn bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena sudah diberikan bakat kepadanya.

-Maria Ellen-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar