Akan
Sukses
Terdapat seorang anak
yang bernama Ririn. Ririn berasal dari keluarga yang tidak mampu. Pada waktu
dia berusia 8 tahun, Ririn duduk dibangku SD tepatnya kelas tiga. Ririn
orangnya pendiam dan banyak orang yang tidak menyukai dia, sehingga dia tidak
memiliki banyak teman. Sahabat terbaik Ririn adalah Nini. Nini orangnya sangat
baik dan selalu mendukung Ririn, sebab Ririn bercita-cita sebagai designer.
Ririn adalah orang yang pintar, dia selalu ranking 1 dari kelas satu.
Guru-guru selalu bangga
kepada Ririn, akan tetapi dia tidak memiliki banyak teman sebab teman-temannya
iri karena dia selalu rangking satu dan
juga iri bahwa Ririn selalu menjadi anak kesayangan guru-guru.
Teman-temannya selalu mengejek “eh ada Ririn, Ririn yang bau” sampai ada temannya
yang membuat yel-yel ini “B… A… U… Bau…” Walaupun Ririn sangat malu, akan
tetapi Ririn selalu sabar dan menghindar dari teman-temannya yang suka mengejek
dia. Bahkan Ririn tidak pernah mengeluarkan kata-kata kotor ke teman-temannya.
Pada hari Kamis, guru
kesenian yang bernama ibu Sunny menyuruh membawa contoh gambar bebas untuk
diambil nilainya. Ririn bingung dan berkata “Bagaimana caranya print contoh
gambar ya? Akukan tidak mempunyai laptop dan printer. Aku pun tidak tega
meminta uang kepada Ayahku untuk ke warnet sebab aku tahu bahwa saat ini
kondisinya tidak menentu. Dirumah dia berpikir besok akan menggambar apa.
Setelah berpikir keras akhirnya dia memiliki ide.
Keesokan harinya,
teman-temannya semua membawa contoh gambar, tetapi hanya Ririn saja yang tidak
membawa contoh gambar. Nini sahabatnya Ririn ingin memberikan contoh gambar
untuk Ririn, tetapi Ririn menolak dan senyum kepada Nini yang ingin memberi
contoh gambar. Ririn mulai menggambar sesuai gambaran yang terdapat
dipikirannya, dia menggambar sebuah baju yang sangat indah dan digantungkan
disebuah gantungan baju. Ibu Sunny melihat gambar yang digambar oleh Ririn. Ibu
Sunny memberikan nilai yang cukup baik ke Ririn, sehingga Ririn senang dan
bangga akan nilai yang diberikan oleh Ibu Sunny.
Setelah dia lulus dari
bangku SD, dia masuk ke bangku SMP. Ririn dan Nini bertemu kembali sebab mereka
berdua satu sekolah dan karena Ririn pintar, Ririn mendapatkan beasiswa di
sekolah tersebut. Setelah duduk dibangku SMP, Ririn semakin suka sekali menggambar
tepatnya men-design baju. Pada waktu istirahat, Ririn tidak memikirkan apa-apa,
dia hanya men-desian baju. Sebab jika dia menggambar pada saat pelajaran, dia
akan ketinggalan pelajaran, sehingga Ririn memilih pada waktu jam istirahat.
Nini sekarang kurang dekat dengan Ririn, mereka tetap berteman, tetapi tidak
sedekat dulu waktu SD.
Setelah itu, Ririn
duduk dibangku kelas 2 SMP. Ririn mulai tidak konsentrasi untuk belajar, dia
hanya sibuk men-desian sehingga nilai-nilai Ririn menurun. Hal ini diketahui
oleh orangtuanya sehingga Ririn tidak diperbolehkan lagi untuk men-design.
Setelah dia berhenti untuk men-desian, nilai-nilainya pun naik kembali.
Orangtua Ririn pun sangat bangga, karena Ririn sudah sangat berusaha keras
untuk memperbaiki nilainya.
Di kelas 2 SMP, Ririn
mempunyai guru kesenian baru yang bernama mina. Bu Mina adalah guru baru di
sekolahannya. Pada suatu hari, Bu Mina menyuruh anak-anak untuk membawa contoh
gambar bebas. Ririn pun merasa senang sebab akhirnya dia dapat menggambar sebuah
baju lagi. Ririn mulai menggambar baju yang ada terdapat dipikiran dia. Setelah
selesai, bu Mina menilai hasilnya, dan lagi-lagi dialah yang mendapat nilai
terbaik. Gambar Ririn pun akhirnya dipajang, banyak murid-murid disekolahnya
melihat gambar Ririn yang sangat indah itu.
Pada akhir semester,
ada seorang laki-laki yang menyukai Ririn. Nama laki-laki tersebut adalah Tomi,
Tomi adalah kakak kelas Ririn yang juga berprestasi. Tomi menyukai Ririn sebab
Ririn orangnya sabar, pendiam, cantik, pintar, dan juga pintar men-desain baju.
Akan tetapi Ririn tidak menyadari jika Tomi menyukai dia, dia hanya menganggap
Tomi sebagai teman saja. Tomi pun sadar bahwa Ririn hanya menganggap sebagai
teman, akhirnya Tomi pun juga menganggap Ririn sebagai teman saja.
Ririn sekarang duduk
dibangku kelas 3 SMP. Ririn sekarang sudah memiliki banyak teman. Ririn sangat
berusaha keras supaya dia lulus dan mendapat nilai yang terbaik. Ririn
sebenarnya tidak ingin berhenti untun men-design, akan tetapi orangtuanya
melarang sehingga dia berhenti men-design. Waktu pun berlalu, tak terasa bahwa
sebentar lagi Ririn akan menghadapi berbagai ujian. Dengan usaha, akhirnya
Ririn lulus dan mendapat nilai yang terbaik, dia melanjutkan sekolahnya.
Waktu demi waktu sudah
berlalu, tak terasa Ririn sudah berumur 16 tahun. Karena sudah lulus SMP dan
nilainya baik dia mulai meng-asah kemampuannya untuk men-desain baju, karena
sudah lama sekali dia tidak men-desain. Setiap hari dia menghasilkan 2 desain
yang cukup indah untuk dilihat. Ririn iseng-iseng mencoba mengirimkan desainnya
kepada pembuat baju. Ternyata pembuat tersebut tertarik dan Ririn bekerja sama
dengan pembuat baju tersebut. Orangtua Ririn sangat bangga kepadanya karena dia
masih muda sudah dapat menjadi Designer. Ririn bersyukur kepada Tuhan Yang Maha
Esa karena sudah diberikan bakat kepadanya.
-Maria Ellen-